5 Alasan berbahaya yang memperlambat kesuksesan di usia muda. (Part 1)

Bagi setiap orang sukses pasti paham maksud dari kata-kata inspiratif ini ; “Some people Dreams of Success, others make it happen. Sesuai dengan pengalaman saya menjadi pembimbing pada pelatihan business plan SMK se- Kota Medan program dari Dinas Pendidikan selama 3 tahun dan beberapa kali mengisi seminar wirausaha di berbagai kampus baik PTN dan juga swasta, lalu saya rutin menjadi Juri kompetisi bisnis baik itu tingkat SMA dan Mahasiswa. Dengan pengalaman tersebut saya jadi penasaran bagaimana kita dan tentunya para usia muda menghadapi Bonus Demografi yang puncaknya diperkirakan pada tahun 2035 
Saya selalu tertarik membahas bonus demografi disetiap kesempatan dan juga membahas tentang sukses sesorang di usia muda sangat mudah dilihat karakternya dan ada Indikatornya. 

Indikator usia muda yang memiliki mental pemenang selalu mencari berbagai cara untuk sukses dan kalaupun pernah gagal dia tidak mudah berhenti, sedangkan indikator seseorang usia muda yang memiliki mental kalah atau gagal adalah mereka selalu punya alasan. Apa saja alasan-alasan tersebut? Sesuai judul artikel diatas saya ringkas dan simpulkan 5 alasan berbahaya yang memperlambat kesuksesan usia muda pada artikel selanjutnya… (Part 2-6)

Ikutin terus ya blog ini semoga dapat memberikan pencerahan :).

Salam sukses berkelimpahan

Standard

Saya sudah punya Visi..

Bagaimana mencapai Visi dengan ​SMART Goal 

Sehabis lebaran nanti umat islam kembali fitri, semoga ampunan Allah tercurahkan kepada kita semua, Aamiin..

Dari artikel saya sebelumnya bahwa pentingnya Visi untuk meraih apapun yang Anda inginkan dan berujung kepada kebahagiaan. Ini berlaku bagi siapapun kita 

baik dalam kehidupan maupun bisnis perlu memiliki Visi.
Pertanyaannya, jika sudah punya Visi lalu harus ngapain?!

Ya harus dikejar dan dicapai dengan segenap hati pikiran dan tenaga. Kalau Anda masih males ngejarnya berarti Visi Anda hanya mimpi disiang bolong 😋.

Untuk mencapai visi, kita juga perlu membuat misi atau apa-apa saja yang kamu perlu siapkan untuk mencapai sebuah visi agung Anda. Nah kalau Misi nya ada yaa… tinggal Action. 
Hanya saja dilapangan bahkan kita semua pasti pernah mengalami semangat yang naik turun dalam menjalani misi yang sudah kita buat. Hayo..ngaku..

Nah biar Visi tidak hanya jadi mimpi di siang bolong,  sebaiknya kita memiliki Goal. Bukan sembarang goal ya…tapi SMART GOAL. Apakah GOAL harus ditulis? Karena Anda mau berhasil ya gak usah banyak tanya ya..tulis saja.. hehe..
Ketika menulis goal, Anda harus pastikan bahwa goal Anda sudah SMART,

yaitu singkatan dari : 

Spesific, Measurable, Archiveble, Realistic, and Time bounded
Nah ini penjelasannya :

1. Specific (spesifik atau jelas)
Tujuan yang dibuat harus spesifik dan jelas. Semakin spesifik tujuan Anda, maka akan semakin mempermudah Anda untuk mencapainya. “Saya ingin memiliki  Restoran Ayam Penyet Medan terbanyak di kota Medan pada tahun 2025”, contoh tersebut adalah sebuah goal yang sangat jelas. 
2. Measurable (bisa diukur)
Jika kamu bertanya bagaimana bisa suatu tujuan atau goal bisa diukur ?, semakin spesifik tujuan Anda, semakin mudah Anda menentukan tolak ukurnya. Sebagai contoh, tujuan yang memiliki waktu, nilai, angka atau jumlah yang jelas. Sebagai contoh : “ Saya ingin memenangkan 2 medali emas di perlombaan bulutangkis pada ajang PON 2017 ”. 8 medali emas, itu yang yang dimanakan bisa diukur.

“Saya ingin memiliki  Restoran Ayam Penyet Medan terbanyak di kota Medan pada tahun 2025”, terbanyak di medan adalah sesuatu yang dapat diukur.
3. Archievable (bisa tercapai)
Tujuan Anda adalah sesuatu yang bisa tercapai. Sesuatu yang bisa tercapai dan manusiawi untuk bisa dicapai, sebagai contoh seperti waktu yang memungkinkan, angkanya bisa tercapai, atau jaraknya memungkinkan. Suatu goal akan semakin Archiveble jika sudah ada orang yang membuktikan bahwa itu bisa tercapai. 

“Saya ingin memiliki  Restoran Ayam Penyet Medan terbanyak di kota Medan pada tahun 2025”, 
hal ini Achievable jika sudah ada orang yang pernah melakukannya.

4. Realistic (realistis)
Realistis – nya suatu tujuan/goal tergantung dari kempetensi, wawasan, dan keahlian kita. Realistis bagi setiap orang mungkin berbeda. Bagi Anda mungkin goal Anda realistis, tetapi bagi orang lain bisa jadi mustahil. “saya ingin punya rumah seharga 1M di usia 30 tahun”, mungkin sebagian orang tidak akan menganggap itu realistis, tetapi jika kamu mempunyai kompetensi, wawasan, dan keahlian untuk mencapainya, maka pasti Anda menganggapnya realistis.
5. Time Bounded (punya batas waktu)
Tujuan Anda harus ada batas waktunya atau tanggal nya. Sebagai contoh “ Saya ingin memenangkan 8 medali emas di ajang PON 2017 ”. tahun 2017 adalah batas waktunya.

Atau “saya ingin punya rumah seharga 1M di usia 30 tahun”. Usia 30 tahun adalah batas waktunya.

“Saya ingin memiliki  Restoran Ayam Penyet Medan terbanyak di kota Medan pada tahun 2025”, tahun 2025 merupakan batas waktunya.

Semoga sukses dan tulis segera SMART GOAL Anda… Jika butuh bantuan untuk mendampingi Anda mencapai Visi melalui SMART GOAL Anda  silahkan hubungi kami 😊

Standard

Awal mengenal komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA)

Saya pun teringat pada awal-awal bergabung di TDA Medan 7 tahun yang lalu bergabung waktu ketuanya bang Hafiz K Rijal. Saat jadi anggota tentu berbeda ketika saya diamanahi sebagai ketua TDA Medan 2.0 (2013-2016)

Jadi anggota TDA saat itu, hampir gak sempat berkontribusi bahkan gak sempat mengikuti seluruh  kegiatan lantaran urus bisnis kuliner saya selain menjadi supplier kebutuhan Hotel dan saat itu selain di Medan saya sudah buka di beberapa titik Jakarta yaitu tebet utara dalam, Tebet Raya, Condet, dan beberapa titik lainnya seperti jambi, karawang dsb.

Selama merintis dan mengembangkan kemitraan bisnis kuliner 2009-2013, saya memang (baru) aktif belajar bisnis baik itu mandiri ataupun fasilitas training, counseling dan Coaching dari beberapa kompetisi bisnis yg  saya pernah ikuti. Proses belajar yang saya lewati dari 2009 memunculkan passion dan purpose saya.

Sampai di 2013 saya memutuskan hubungan bisnis dengan bisnis kuliner saya (bye bye mantan :)) ,

Lalu kembali fokus di Medan dekat kembali bersama keluarga saya dan mulai membangun bisnis baru sekaligus diamanahi Ketua TDA dan lanjut belajar #scaleUPspirit  di komunitas TDA.

Kalau mengutip quote dari master Coach saya, coach Margetty Herwin menurut beliau ;

One the rules of success is this:  It doesn’t matter where you are coming from; all that matters is where you are going to…..

#scaleUPspirit saya saat ini bukan hanya berhenti pada merintis dan membangun bisnis saya, namun 3 tahun belakangan ini juga membantu orang lain mewujudkan bisnisnya menjadi bisnis yang efektif dengan potensi terbaik yang dimiliki oleh si pebisnis itu sendiri sehingga siap dan mampu naik kelas.

Passion dan purpose saya saat ini adalah mendampingi dan melatih kekuatan yang ada dalam diri dan bisnis mereka  untuk sukses berkelanjutan dan mampu melewati tantangan lembah kematian bisnis (valley of death) dengan fundamental Value, People, Process solid dan selaras.

Semoga dapat berdampak positif bagi perkembangan ekonomi ummat. 

Standard

Bisnis Keluarga

Di Ramadhan 10 hari terakhir (1438 H), saya teringat sebulan yang lalu pada teman saya yang membangun bisnis dengan keluarganya dan sudah memiliki beberapa cabang.

Teman saya bercerita tentang ruwetnya mengelola bisnisnya, salah satunya terdapat “gap” visi owner yang masih terlalu jauh bagi menajemen yang selama ini terjebak hanya menjalankan bisnis saja bukan membangun bisnis seperti yang teman saya inginkan. 

Rencananya setelah lebaran beliau siap untuk dicoaching oleh saya. Dan di 10 hari terakhir bulan ramadhan ini saya tergerak untuk membuat artikel dari pengalaman saya, melihat kondisi bisnis keluarga.

Banyak bisnis keluarga yang sukses karena mereka memiliki growth mindset, mereka open mind terhadap transformasi bisnis ke arah profesional. Dan percaya kepada perubahan itu sendiri. Namun diluar sana banyak bisnis keluarga yang Ortunya street smart sementara anaknya school smart .



Anaknya school smart karena sudah disekolahkan di sekolah bisnis atau sudah sering ikut seminar atau workshop bahkan coaching, namun sering berdebat dengan orang tuanya untuk melakukan keputusan strategis bahkan keputusan teknis dalam bisnis. Kenapa? 


Banyak pemilik bisnis yang selalu menunda membangun sistem dan terjebak dalam Operasional bisnisnya. Mereka terjebak menjadi seorang manager bisnis, bukan pemilik bisnis. Mereka masih in Business bukan on business. Bagaimana caranya pemilik bisnis bekerja?


Pebisnis adalah seseorang yang mendapatkan sumber pemasukan dari hasil membangun aset berupa bisnis melalui sistem bisnis yang ia bangun dan orang lain yang menjalankan sistem tersebut. Dalam membangun bisnis Anda harus berani malas. Artinya sedikit” pekerjaan Anda harus di delegasikan ke tim.

Memang kualitas pekerjaan bisa berbeda karena orang yang melakukan dengan kompetensi berbeda. Tapi untuk menyamakan standar kerja bisa diatasi dengan yang namanya sistem, agar bisnis bisa bekerja tanpa ada Owner di dalamnya.

Banyak pemilik bisnis yang menunda membangun sistem mulai frustasi dan pengen cepat-cepat menghire GM (General Manager). Padahal GM tidak bisa membangun pondasi bisnis secara solid. 

Keputusan yang dilakukan pemilik bisnis keluarga untuk menghindari konflik ialah menghire GM, namun keseringan dilapangan bahwa kehadiran GM pun, menjadi kambing hitam atau orang yang satu-satunya disalahkan ketika bisnis tidak perform dengan baik dan tidak menguntungkan.

Padahal jika bisnis belum ada sistem sebaiknya jangan hire GM. Pertumbuhan bisnis adalah pertumbuhan pribadi pemilik bisnis bukan hanya mental berupa wawasan, ilmu dan kompetensi pengambil keputusan yang efektif. 

Fungsi GM menjalankan sistem bukan membangun sistem. Andalah sebagai pemilik bisnis yang harus membangun sistem.
Sebelum membangun sistem, perlu adanya pondasi bisnis. Untuk membangun pondasi bisnis yang solid, bisnis keluarga juga perlu visi misi value dan culture.

Visi Misi, value dan culture menjadi blueprint bisnis keluarga Anda dan membawa Anda dan bisnis Anda menuju kesuksesan.

Blueprint bisnis seperti halnya design arsitek dalam membangun rumah. Sehingga kontraktor mudah untuk membangun rumah dengan hasil yang dekat dari apa yang sudah dirancang.

Dalam memulai untuk membangun pondasi bisnis, Anda bisa mendapatkan bantuan dari seorang Business Coach.

Seorang business coach yang baik mampu mendengar apa yang sebenarnya Anda harapkan dalam bisnis dan mampu mengeluarkan potensi terbaik Anda dalam membangun bisnis serta menjadi orang yang memfasilitasi dan memberikan Business tools yang efektif dan Anda perlukan dalam mencapai Visi Anda dan bisnis Anda.

Semoga dengan tulisan ini bermanfaat bagi Anda yang ingin membangun bisnis keluarga atau yang sudah terlanjur menjalankan bisnis keluarga namun ingin membangun sistem bisnis yang profesional.

Standard

Cash is King


​Setiap pebisnis pasti mendambakan bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan, agar operasional bisnis bisa berjalan lancar dan akhirnya semua pihak baik dari karyawan happy, pelanggan happy dan juga terutama ownernya juga happy. 

Namun bukan bisnis namanya kalau tidak ada potensi atau resiko kerugian, salah satu musuh terbesar dalam bisnis adalah kehabisan uang kas (uang tunai) atau mengalami kebocoran dalam pengelolaan uang kas.

Kas (uang tunai) dihasilkan dari profit atau keuntungan. Namun yang sering terjadi, ada bisnis yang mengalami profit dalam transaksinya tapi itu tidaklah cukup. Mengapa profit saja tidak cukup? Karena tanpa uang kas, bisnis pada prinsipnya belum bisa dikatakan untung. Makanya artikel kali ini mengambil tema yang sudah menjadi jargon umum dalam dunia bisnis saat ini bahwa CASH is KING. 

Kas bisa berasal dari berbagai sumber dalam bisnis kita dan juga bisa diperuntukkan untuk hal yang berbeda. Jadi pastikan bahwa Anda melakukan keputusan atas mengelola Kas yang ada dalam bisnis Anda sesuai dengan kategori Kas dalam Cash flow atau Arus Kas yaitu OCF ; Operating Cash Flow (Arus Kas Operasi), ICF ; Investing Cash Flow (Arus kas investasi) dan FCF ; Financing Cashflow (Arus kas pembiayaan).

Anda harus benar – benar mengerti peruntukan Kas dalam bisnis Anda sesuai kategori yang disebutkan diatas. Ini merupakan tantangan bagi UKM, bisa jadi penjualan meningkat tapi owner nya tidak pegang Kas. Dan jika anda tidak waspada bisa- bisa anda mengalami yang namanya kebocoran uang kas! 

Biasanya yang mengalami adalah UKM yang ingin melakukan proses pertumbuhan bisnisnya, apakah ingin buka cabang baru, investasi mesin baru atau melakukan renovasi outlet dsb. Masih agak mending juga sih, ketimbang pengusaha yang tidak bisa disiplin mengelola Cash flow nya, bukan berpikir bagaimana bisnis bisa sehat secara keuangan atau investasi yang bisa langsung mendatangkan keuntungan, malah oleh owner dipakai untuk kebutuhan pribadi atau konsumtif.

Bagaimana sebaiknya kita mencegah kebocoran uang kas? Menurut kami sebelum Anda fokus bagaimana mengelola uang Kas, sebaiknya Anda fokus kepada proses bisnis Anda. Karena dari sisi yang lain kebocoran Cash flow juga bisa disebabkan oleh lambatnya Asset Conversion Cycle yaitu lambatnya mengkorvesi persediaan (Aset) menjadi penjualan (Omset) dan penjualan menjadi profit serta profit menjadi Cash Flow (Arus Kas). Coba perhatikan lagi siklus konversi aset dari produksi atau layanan bisnis Anda agar cepat diserap oleh pasar sehingga setelah menerima keuntungan, Anda dapat langsung disiplin memisahkan mana FCF (sumber uang yang diperuntukkan untuk melakukan pembayaran hutang), mana ICF (sumber uang yang diperuntukkan untuk penyusutan atau pembelian investasi bisnis misalnya beli mesin) dan mana OCF (sumber uang yang merupakan keuntungan bersih dari hasil bisnis yang bisa dinikmati oleh owner).  OCF is the real king untuk itu dibutuhkan mental dan disiplin yang tinggi mengelola uang Kas dan tetap merencanakan pertumbuhan agar Bisnis bisa terus bertumbuh dan tetap menguntungkan.

Standard

​Pentingnya Vision, Mission dan Values 

Untuk meraih apapun yang Anda inginkan dan berujung kepada kebahagiaan adalah memiliki Vision, Mission dan Values. Hidup terlalu terbuang percuma jika kita belum menemukan apa yang menjadi Visi kita sebenarnya.  Sehingga kita tidak bisa MOVE ON dari kondisi dan tempat dimana kita berada sekarang menuju kondisi atau tempat yang kita sebenarnya inginkan.

Alhamdulillah saat ini saya telah menemukan Visi dan disiplin untuk melakukan misi saya setelah 3 kali mengalami keterjebakkan profesi. Dan keterjebakan ini sangat membahayakan misalnya sejak muda saya menjadi pemain band yang cukup dikenal dikalangan underground pada masanya, bisa dibayangkan kalau saya terjerumus ke sisi negatifnya. Lalu yang kedua saya sempat bekerja menjadi karyawan perusahaan nasional (sempat juga sambil siaran radio setelah pulang kerja) bayangkan jika saya terus bekerja, bisa jadi saya tidak bisa mengalami pengalaman luar biasa belajar dan bagaimana membangun bisnis dengan membantu bisnis orang lain yang membutuhkan. Bagaimana dengan Anda? 

Saya pun memahami apa yang kita lalui juga merupakan dari perjalanan kita menuju tujuan kita yang semua sudah menjadi takdir dari Allah. Namun nasib tentulah bisa kita ubah. Dalam salah satu ayat mengatakan bahwa Allah tidak merubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut merubahnya. Tidak bijak juga kalau kita yang diberikan akal oleh Allah, hanya nge flow aja gak tau tujuan kemana akan melangkah dalam mengarungi proses kehidupan ini yang berujung kepada nasib yang kurang cemerlang dan tidak gemilang. 

Akal adalah Human Brain (neomammalian) yang tidak terdapat dalam otak mahluk hidup lain selain manusia dan ini merupakan aset terbesar kita sebagai ciptaan Nya. Dari akal kita mendapatkan cara cara kreatif atau menciptakan karya karya inovatif untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan menghasilkan solusi atas permasalahan. Ide atau cara-cara kreatif dan daya cipta yang inovatif pun akan sulit kita temui atau dapatkan jika kita tidak memiliki Visi.

Jika sudah ada Visi Implementasinya bagaimana?? nah,….ini yang menarik. Biasanya kesulitannya pada saat implementasi. Visi akan menarik Misi yaitu apa saja yang akan kita lakukan untuk mencapai Visi kita tadi agar bisa terwujud. Namun Misi tanpa dibarengi dengan SMART GOAL menyebabkan Misi sulit dilakukan kalaupun dilakukan tidak bisa menjadi kebiasaan yang istiqomah (komitmen dan konsisten) sehingga kebiasaan kita tidak efektif akhirnya berujung kepada ketidaksuksesan. Dalam mencapai Visi kita juga butuh Values atau nilai – nilai yg penting bagi Anda dan organisasi bisnis Anda, yang akan menjadi aturan main bersama bagi Anda dan tim Anda.

Ujung ujungnya Visi Anda akan mengantarkan ke kondisi atau tempat yang Anda inginkan dan juga menjadi karir Anda dimasa yang akan datang. Ungkapan Life is Choice pun cocok untuk mereka yang MOVE ON dan sudah memikirkan Visi hidup mereka lalu melakukan perubahan-perubahan kecil menuju sukses kedepannya.

Standard

Mengapa startup gagal?? (Part 3..selesai)

Yang menjadi Problem utama sebuah Startup bisa gagal ialah masalah kepemimpinan & komunikasi CEO dalam mengelola SDM Perusahaan, peran CEO menjadi titik sentral penghubung ekspektasi market dengan ide startup yang digarap timnya. 

Problem lainnya adalah produk sudah diterima dan direspon pasar dengan baik saat orderan masih sedikit, namun ketika makin banyak order tidak diimbangi dengan pelayanan yg baik dan cepat, maka perlahan produk atau jasa Startup tersebut ditinggal oleh pelanggan.                           

                    

Memiliki konsep dan model bisnis yang tepat serta kemampuan manajemen bisnis yang baik sangat diperlukan. Ketika meluncurkan produk atau jasa ke Pasar demi mendapat feedback itu perlu tim yang constantly melakukan PDCA (Plan – Do – Check – Act). Sudah bisa disebut iterasi (pengulangan) terus menerus, ini sangat melelahkan karena perlu data yang kuat, valid, (kalau bisa real time) dan harus terus2an mengembangkan sana-sini.

Hal tersebut diatas sebenarnya tidak menjadi kekhawatiran besar, dikarenakan bahwa ; modal yang menjadi peluang terbesar startup yang tidak dimiliki perusahaan besar adalah “Agility n speed” dalam melakukan iterasi eksperimen (build-measure-learn loop). Kalau modal ini tak dipunyai, ya wasalam 🙂                       

Satu kemewahan lain yang dimiliki startup adalah, product specialist (developers/programers) dan market specialist yang harusnya dipadu.                        

Ini yang harusnya startup sadari, iterasi perlu SDM dengan kapasitas tertentu. kalau isinya programmer/developer semua belum tentu bisa awas untuk melakukan iterasi eksperimen secara kontinu dan melakukan follow up atas hasilnya.     

                   

Namun tidak usah khawatir, sekarang ada sebuah metode yang dapat menguji ide sebuah startup di pasaran seperti yang dijelaskan dalam buku “the Lean Startup”- karya Eric Ries, namun harus menghabiskan sedikit waktu mendesain, memvalidasi dan mengembangkan produk. Dan banyak startup yang saya kenal tidak mampu untuk punya tim yang kaya gini sehingga MVP (Minimum Viable Product) akan sulit di lakukan dan menghabiskan energi karena proses re-develop yang never ending.                        

Kuncinya never-ending experiments and improve all the time. Kegagalan itu sementara (begitu juga sukses itu sementara), dan menghadapi kenyataan itu maka, pelaku Startup harus tidak pernah lelah untuk melakukan eksperimen dalam rangka mencapai kesempurnaan. itulah esensi dari lean innovation. Pastikan juga dalam rangka improvement, jangan sampai kehabisan uang kas diperjalanan                                                 

                   

Nah sebagai penutup artikel, ini saya akan juga berikan insight dari Rhenald kasali, bagi kalian yang ingin memiliki mental kuat sebagai pengusaha startup.  Prof Rhenald kasali dalam bukunya Self Driving : menjelaskan beberapa hal yang penting dimiliki oleh seorang driver yaitu CEO dan Tim Startup-nya, antara lain ; 1). Disiplin Diri , 2). Ambillah Risiko, 3). Play To Win , 4). The Power of Simplicity , 5). Creative ThinkingCritical , 6). ThinkingGrowth Mindset                                                

Sebagai penutup artikel 3 edisi berjudul “mengapa startup gagal” ini, saya ingatkan kembali bahwa jika anda memiliki tekad untuk mewujudkan startup Anda yang cetar membahana maka perlu memahami dan mempersiapka mental dan strategi dari  tips yang saya coba  sampaikan. Selamat membangun” bisnis “jangka panjang”.                   

          

                                                            

Sekian …terimakasih salam sukses berkah. (Selesai..)

Standard